Alay #Catatan Ramadhan

in #esteem3 years ago

Assalamu'alaikum brothers and sisters.

Post kali ini masih berkenaan dengan alay yang mendadak religius. Sebenarnya gak masalah sih mendadak islami di bulan Ramadhan, itu kan hak setiap muslim untuk terus berhijrah menjadi lebih baik. Daripada mendadak migrain atau asam lambung, kan lebih gak asyik.

Kenapa sih masih membahas Alay ? Penting banget apa buat diomongin ?
Hmm..gak juga sih,tapiii hanya ingin mencurahkan isi hati yang mengkhawatirkan generasi Islam di masa depan. Karena Rasul Shallallaahu alaihi wasallam pernah bersabda: Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada saudaranya, maka dia memperbaikinya (sanadnya Hasan)

Jadi begini ceritanya, sekelompok remaja tanggung memasuki masjid untuk melaksanakan shalat 'Isya dan Tarawih. Mereka mengambil tempat di shaf kedua saat Bilal sudah mengumandangkan Iqamah tanda shalat segera dimulai. Saat Imam sudah mulai bertakbir, datanglah dua orang remaja yang juga teman kelompok remaja tanggung tadi. Berhaha hihilah mereka disana di shaf kedua, sambil cekikikan tak percaya bisa bertemu di masjid yang sama (mungkin).

Ketika Imam sudah mulai membaca Surat Al-Fatihah di raka'at kedua. Para remaja ini tersadar dan segera memulai shalat, tak dinyana bukannya mengikuti gerakan shalat sang Imam, mereka malah shalat layaknya pembalap mobil yang sedang mengebut di lintasan, ternyata mereka mencoba mengejar ketertinggalan dan berusaha menyamakan gerakan dengan Imam. Aku yang memperhatikan hanya bisa mengurut dada, seharusnya mereka hanya shalat sebagai makmum yang masbuq saja, tak perlulah berkejar-kejaran dengan Imam.

Ya udahlah ya, mungkin mereka kurang paham tata cara shalat makmum yang masbuq, insya Allah nanti habis mereka shalat aku bakal ingatin mereka buat ngaji yang bener, batinku. Namun, alangkah terkejutnya aku, setelah salam salah satu dari mereka langsung mengeluarkan telepon pintar dan mengarahkan kamera ke wajah mereka. Tak perlu aba-aba, dalam hitungan detik mereka tersenyum manis dan sibuk berselfie ria tepat disaat Imam bertakbir raka'at pertama shalat tarawih.

Allaahu Akbar. Semakin yakinlah aku, ternyata mereka memang alay. huuft

Semoga Allah beri hidayah, Aamiiin

@udasfrow

Sort:  

banyak remaja seperti itu sekarang. Mereka mencontoh aktifitas selfie seperti artis-artis film baik film nasional maupun film luar negeri.

Jika di tegur maka mereka akan marah. Pola karakter seperti itu biasanya disebabkan oleh kelalaian orang tua yang terlalu cepat memberikan handphone / mobile phone kepada mereka. Seharusnya pemberian itu dibarengi dengan edukasi, Nek, HP nyoe gunakan ke hal2 yang positif lage mita bahan yang berhubungan ngen sikula bek ne selfie dalam mesjid

Betol nyang cekgu pegah. Menyo tatem peteupat, 'et igoe teuh dan hana jadeh tasembahyang.

Jelas, pendidikan karakter masih menjadi peer kita semua.

Tp kalo alaynya menuju ke pelaminan kan gak apa miss.

hahahaaha.

Kek mana mau ke pelaminan..ke shaf depan aja susah.

Eheeemmmp nanti kalo udah kenal baru kepikat hati terikat jiwa terbawa mimpi hehehee

hahahaaha.

Kek mana mau ke pelaminan..ke shaf depan aja susah.

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by udasfrow from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.