The Diary Game (July 21, 2021) - Melaksanakan Tugas Mulia

in Steem SEA2 months ago (edited)


Pagi ini kumulai aktifitas setelah shubuh dengan menangkap 2 ekor ayam yang akan dipotong dan dimasak untuk acara kenduri tahunan nenek dan kakek. Dengan bermodalkan jaring tanggok untuk menangkap ikan, berdiameter kira-kira 40 cm. Aku menangkap ayam dalam suasana kegelapan. Ayam belum terlalu aktif saat suasana masih gelap. Sehingga memudahkanku untuk menangkapnya.

Setelah melaksanakan tugas mulia tersebut, sejenak aku keluar menuju sawah yang berada tak jauh dari rumahku. Alam menyuguhkan pemandangan yang begitu menakjubkan saat matahari mulai terbit dari ufuk timur menerpa gumpalan-gumpalan awan yang bertebaran di langit-langit. Tampak biasan cahaya jingga kekuning-kuningan yang terlukis mengikuti likuk awan. Aku sangat menikmati suasana tersebut. Menikmati matahari terbit di persawahan selama 20 menit.

Melihat matahari terbit di persawahan

Setelah puas dengan suasana tersebut, aku pulang untuk kembali melanjutkan aktifitas mulia yaitu merebahkan diri kembali di atas kasur. Yaa, walaupun matahari tidak sepenuhnya muncul ke permukaan. Setidaknya bumi mulai diterangi oleh cahaya jingga matahari.

Aku tertidur hingga jam 10 pagi. Tak ada aktifitas setelah itu, hanya membaca info-info di google dan steemit. Waktupun terus berlalu hingga memasuki waktu asar. Inilah waktu yang kutunggu-tunggu. Sore ini merupakan hari kedua aku dan beberapa pemuda gampong bermain tenis meja. Sepertinya ini akan menjadi sebuah rutinitas sore hari saat berada di kampung. Banyak yang berpartisipasi, beberapa diantaranya @siween yang dianggap sebagai pro player tapi skillnya pas-pasan kalau menurutku.

Bermain tenis meja di waktu sore

Bahkan sering kalah jika tanding denganku. Disamping itu juga ada @zakie92 dan @myrs yang hanya menonton saja karena tidak ada power dan skill untuk bermain "katanya". Haha ada-ada saja. Tapi momen tersebut sangat bagus, karena jarang-jarang bisa berkumpul ramai-ramai sembari duduk santai ataupun saling bertukar cerita disana.

Karena hujan rintik-rintik mulai jatuh dan begitu meragukan, tidak jelas akan kehadirannya. Kami terpaksa melipat meja tersebut dan akan melanjutkannya besok jika waktu memungkinkan. Satu persatu dari kami pergi meninggalkan tempat tersebut menuju rumah masing-masing. Lantunan suara ngaji melalui toa mesjid sudah terdengar menandakan akan segera magrib.

Usai melaksanakan salat magrib di menasah kampung, aku kembali ke rumah untuk mempersiapkan acara doa tahunan untuk nenek dan kakek yang dibuat di rumah adik ayahku. Biasa aku memangipnya Cek Man. Bersama dengan sepupuku yang lain, aku membantu mempersiapkan kebutuhan dan merapikan piring serta gelas bekas makan dan minum orang kampung yang di undang untuk berdoa.

Doa kenduri tahunan nenek & kakek

Selepasnya dari sana, aku menuju warkop bang Ayi tempat berkumpuo kebanyakan pemuda kampungku. Tak jarang sebagian juga memilih warkop bang Boy yang juga berada dj terminal hanya berjarak 50 meter dari ujung ke ujung deretan toko terminal.

Tak lama berada di sana, akupun menuju Black kopi karena bg Nazar, biasa kami memanggilnya bg Abang mengajakku untuk pergi ke black kupi bersama adik dan sepupu ayahku menggunakan mobil. Sebenarnya aku tidak ingin kesana, tapi karena dipaksa terpaksa aku ikut juga dan duduk beecerita-cerita disana, hingga tak terasa sudah pukul 12 malam. Kami akhirnya kembali untuk beristirahat.

Duduk di black kupi

Salam kenal dari @muksalm99 untuk semua steemian dunia.

Bagi teman-teman yang suka main tenis meja, silahkan ke tempat kami ya di Desa Meunasah Raya. Kita main sambil sharing-sharing bareng. Ni alamatnya.

Klik disini

Sort:  
 2 months ago 

Sang hawa teuh talawan tenis meja sige😊.

 2 months ago 

Haha. Jeut tgk. Neujak keno ju wate supot 😅nak tameen

 2 months ago 

Insyaallah bang muksal.

 2 months ago 

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

@ernaerningsih.