The Diary Game, 10 Oktober 2020, Trip to Blang UlamsteemCreated with Sketch.

in Steem SEA3 months ago

P_20201010_114124-01.jpeg

Sabtu pagi, cuaca di Banda Aceh tidak menentu. Sejak beberapa hari, hujan kerap mengguyur kota ini. Kadang-kadang diselingi dengan angin kencang. Namun, matahari juga menyembul dari balik awan mendung.

Agenda keluarga kami di hari ini adalah pergi ke pantai. Mulanya ada dua opsi yang akan dipilih, yaitu Pantai Pasir Putih Lhok Mee Krueng Raya Aceh Besar dan Pantai Blang Ulam Krueng Raya Aceh Besar. Kedua pantai ini berdekatan dan masih terletak dalam wilayah yang sama. Tapi ada sedikit perbedaan di antara kedua pantai ini meskipun di beberapa titik pantai terdapat banyak batu karang. Pantai Blang Ulam tampaknya menjadi pilihan bagi kami. Pantai Pasir Putih Lhok Mee sudah sering kami singgahi. Sedangkan Pantai Blang Ulam baru dua kali kami kunjungi. Jadi, untuk menambah durasi kunjungan, maka Pantai Blang Ulam adalah pilihan yang tepat.

Sekitar jam 7 lewat, hujan turun dengan derasnya disertai dengan angin kencang. Kami pun sempat ingin membatalkan perjalanan ke Pantai Blang Ulam. Akhirnya kami duduk-duduk saja di rumah. Kami sarapan pagi sambil menikmati irama rintik hujan. Walaupun hujan sudah berhenti sekitar pukul 8, kami belum juga bergerak menuju Pantai Blang Ulam. Semangat kami yang begitu menggebu awalnya, kini perlahan sudah mulai turun. Antara pergi dengan tidak.

Barulah pada pukul 10.30 kami memutuskan untuk jadi pergi ke Pantai Blang Ulam. Kami pun mulai sibuk mempersiapkan keperluan untuk ke sana, seperti nasi dan lauk untuk makan siang dan beberapa snack. Selain itu kami juga membawa pakaian ganti. Karena kalau ke pantai tidak mandi laut, pasti tidak seru nantinya.

Sekitar pukul 11.00, kami pun menuju ke Pantai Blang Ulam Krueng Raya. Cuaca saat kami pergi agak mendung, tapi tidak lagi hujan. Cuaca seperti ini bukanlah jaminan tidak hujan. Barangkali beberapa jam kemudian hujan akan turun dengan deras, namun bisa juga sebaliknya. Matahari bisa saja bersinar dengan terik.

P_20201010_122930-01.jpegPerjalanan menuju Pantai Blang Ulam Krueng Raya

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Blang Ulam Krueng Raya, kami hanya menikmati pemandangan di sekitarnya. Jarak dari rumah kami ke lokasi pantai lebih kurang 1 jam perjalanan. Cukup jauh juga, yaitu di kawasan Limpok Darussalam menuju ke Krueng Raya. Selama di atas mobil pick up, saya tidak banyak mengabadikan momen-momen penting karena terlalu sibuk mengurus anak-anak yang begitu semangatnya untuk berekreasi.

P_20201010_124234-01.jpegJalan masuk ke Pantai Blang Ulam Krueng Raya yang masih alami dan belum diaspal

Kami tiba di Pantai Blang Ulam sekitar pukul 12 lewat. Di pantai ini tidak ada pengunjung seorang pun selain kami. Jadi, pantai ini seolah-olah milik kami, hehehe. Berbeda sekali dengan Pantai Pasir Putih Lhok Mee yang mulai ramai dikunjungi. Cuaca saat kami tiba di sana sudah mulai cerah. Dan matahari pun sudah mulai bersinar. Sebelum memutuskan untuk mandi laut, saya melaksanakan shalat Zuhur.

Pemandangan di Pantai Blang Ulam Krueng Raya sangat indah. Anak-anak saya begitu melihat pantai ingin segera mandi. Mereka pun memilih lokasi yang tidak berbahaya untuk mandi. Istri saya sibuk mengurus bayi. Anggota keluarga yang lain pun sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Sedangkan saya tak hentinya menikmati pemandangan di sekitar pantai.

P_20201010_124846-01.jpegSalah satu sudut pemandangan di Pantai Blang Ulam Krueng Raya

Setelah puas memandang keindahan ciptaan Tuhan, saya dan keluarga pun mulai mandi laut. Di postingan ini tidak saya sertakan foto saat sedang mandi laut, karena agak privacy.

Saya dan anak-anak pun sangat senang saat mandi laut. Tapi sayangnya, saya tidak bisa berenang. Jadi saya hanya duduk dan berdiri saya di tepi laut yang dangkal. Anak pertama saya berenang dengan puas. Seharusnya saya malu dengan anak yang pertama, hehe. Sedangkan anak kedua saya belum bisa berenang. Jadi, kami berdua hanya bermain-main dan berendam saja.

P_20201010_142824-01.jpegPemandangan di sebelah barat pantai. Tampak sekali pantai ini belum ramai dikunjungi.

Setelah lelah berendam dan anggota keluarga lain juga sudah puas berenang, kami berhenti sejenak untuk makan siang. Dari rumah kami telah membawa nasi dan lauk yang cukup sehingga semua anggota keluarga dapat menikmatinya. Dan foto saat kami makan siang bersama juga tidak saya posting. Cukup saya simpan saja untuk koleksi pribadi. Hehehe.

P_20201010_142829-01.jpegPemandangan di titik lokasi yang lain

Setelah makan siang, saya berjalan-jalan sebentar di sekitar pantai. Sedangkan anggota keluarga lain ada yang melanjutkan berenang, ada juga yang sekadar beristirahat.

P_20201010_142843-01.jpegSebelum turun ke laut, jangan lupa foto dulu ya

Sekitar pukul 16.00, cuaca tiba-tiba menjadi mendung sekali. Angin pun bertiup kencang. Kebetulan pada saat itu kami memang sedang bersiap untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, kami agak kebasahan. Hujan hanya turun sebentar saja. Perjalanan pulang pun berlangsung mulus. Sebelum sampai di rumah, kami membeli 12 bungkus mie bakso sejumlah anggota keluarga kami.

Kami tiba di rumah sekitar pukul 17.30 dan langsung menyantap mie bakso yang kami beli tadi. Kami tidak makan mie bakso di tempat karena pakaian kami masih basah dengan air laut dan banyak sekali pasir yang masih melekat di pakaian kami. Jadi dari pada para pengunjung yang makan mie bakso terganggu, maka mie bakso yang dibungkus pun tetap nikmat untuk disantap di rumah.

Pada malam hari, kota kami juga diguyur hujan dengan deras. Tapi itu tidak berlangsung lama. Hujan pun berhenti. Malam minggu yang sangat dingin. Jadi tidak ada aktifitas apa pun yang saya lakukan. Anak-anak sudah tidur setelah makan malam. Saya masih menikmati suasana malam dengan bersantai-santai sejenak. Di luar, suara kodok saling bersahutan. Ya, kodok-kodok sangat senang bernyanyi usai hujan menggenangi bumi.

Hari yang melelahkan. Demikianlah diary perjalanan singkat saya di hari ini. Sebelum tidur, dengan menahan sedikit kantuk, saya pun mencoba untuk menuliskannya.

Sort:  
 3 months ago 

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja

Terima kasih atas dukungannya

Thank you for taking part in The Diary Game.

And thank you for setting your post to 100% Powerup.

Your post has been chosen for our new "It's Your Lucky Day" Power Up Promotion !

The Steemit Team

Thank you for your support

 3 months ago 

IMG_20201008_202623.jpg


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
Anroja

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 300SP 500SP 750SP
1000SP 2000SP 3000SP 4000SP 5000SP

Terima kasih atas dukungannya

 3 months ago 

Sama-sama bang @teukumukhlis

 3 months ago 

Tidak sia-sia kelelahannya. Man Jadda Wajada...

Alhamdulillah. Terima kasih atas dukungannya.

Waah terimakasih info wisata nya bg @ teukumukhlis kapan - kapan akan saya coba ke blang ulam🙏☺️

 3 months ago 

Sukses selalu bang, selamat atas hari keberuntungan (lucky day).