The Diary Game [20 Mei 2021] Nonton Film Lawas, Tjoet Nja' Dhien

in Steem SEA4 months ago (edited)

Halo steemians...

Sebelum aku memulai ceritaku hari ini, aku ingin bertanya, seberapa banyak kamu tahu mengenai pahlawan-pahlawan di Indonesia?

Dulu, pelajaran sejarah menjadi salah satu pelajaran favoritku. Meski ruwet mengingat tanggal bersejarah, membaca kisah para pahlawan sama menariknya dengan membaca cerpen di Bobo. Dulu waktu aku masih SD, guruku rajin menyuruh kami menceritakan kembali kisah-kisah pahlawan di depan kelas.

Akan tetapi, jika sekarang ditanya kembali mengenai hal-hal bersejarah, duh, aku mendadak pusing. Hehehe...

Tapi hari ini aku kembali membaca kisah salah satu pahlawan perempuan dari Aceh melalui gambar bergerak alias film.

Spesial Priemer Tjoet Nja' Dhien


image.png
aku di depan poster film Tjoet Nja' Dhien


Aku masih tidur ketika tiba-tiba ponselku berdering. Sekitar pukul 11 siang. Aku masih tidur karena baru pulang shift malam jam 6 pagi tadi.

Nama Mas @pilopoly tiba-tiba muncul di layar, dan dia menanyakan keberadaanku. Singkat cerita dia mengajakku nonton priemer film. Dia nggak kasih tahu film apa, aku langsung mengiyakan karena dia bilang priemernya di Plaza Senayan. Itu cukup dekat dari tempat tinggalku jadi aku nggak mager (males gerak).

Aku langsung bangun dan mengerjakan kegiatan biasa. Karena masih punya waktu, aku mengerjakan kewajibanku sebagai content creator freelance, lalu bersiap untuk ke Plaza Senayan.

image.png

image.png

Aku tiba di Plaza Senayan sekitar pukul 13:30. Di sana Pilo udah nunggu sendirian dengan membawa 3 buku andalannya. Katanya itu akan diserahkan kepada Christien Hakim, pemeran Tjoet Nja' Dhien dalam film yang dirilis pada tahun 1988 tersebut.

image.png

image.png

Rupanya film baru akan diputar pada pukul 15:30. Aku sedikit kecewa sih, karena tadinya agak buru-buru. Tahu gitu kan kusambung sebentar tidurku, hehehe...

Pada priemer ini rupanya kami diharuskan swab. Ya ini untuk kepentingan bersama, penyelenggara harus mengikuti protokol kesehatan. Tapi bukan semua peserta lho yang di swab, ini khusus untuk wartawan saja. Jadi Pilo memang datang sebagai wartawan, dan aku cuma ngikut. Kalaupun aku masih jadi wartawan, meliput film Indonesia bukan divisiku.

image.png

Kami para wartawan di tes swab genosa, dimana kami harus mengembuskan napas ke sebuah kantong. Uniknya, kami bisa mengecek langsung hasil tesnya dari kode QR yang diberikan penyelenggara. Aku terpana dengan teknologinya. Kata lainnya, sedikit katro sih.

image.png

image.png

Alhamdulillah hasilnya negative

Setelah itu, sekitar pukul 15:00 Bu Christien Hakim datang. Pilo mengikutinya, dan aku pun mengikuti Pilo. Bu Christien ini sangat low profile banget. Orangnya ramah, jadi kami harus menunggu dia sampai benar-benar tidak mengobrol dengan rekan dan kerabatnya.

image.png

Itu Bu Christien Hakim sedang berbincang dengan sutradara Hanung Bramantyo.

Akhirnya kami dapat kesempatan untuk berinteraksi dengan Bu Christien Hakim. Bukan kami sih, tepatnya Pilo. Bu Christien inget sama Pilo, aku takjub. Aku aja kadang lupa sama nama rekan sekantorku yang beda divisi, ini Bu Christien Hakim ingat sama Pilo. Benar-benar low profile deh.

image.png

image.png

Kami menunggu sampai 15:30, film diputar tepat waktu. Menariknya penayangan film ini dihadiri oleh Menteri BUMN, Erick Tohir. Aku yang nggak kenal muka banyak orang, masih duduk ketika Pak Erick menyapa seluruh penonton, sementara yang lain udah berdiri. Aku langsung merasa bersalah. Hohoho...

image.png
Bapak Menteri Erick Tohir yang pake baju batik

Setelah kata sambutan dari kru yang terlibat, akhirnya film diputar. Film ini merupakan film lawas yang direstorsi (CMIIW), jadi ya ini khas film lama banget. Tapi pengemasannya apik. Akting pemerannya jangan ditanya, Bu Christien Hakim dan Pak Slamet Raharjo bener-bener aktor apik dan sangat muda di dalam film. Cantik dan tampan.

image.png

Film ini membawaku kembali melihat sejarah. Aku bahkan sempat membaca wikipedia tentang Tjut Nja' Dhien dan ngerasa bodoh karena aku baru tahu kalau Tjut Nja' Dhien itu istri dari Teuku Umar. tolong jangan ditimpuk

Yang aku tidak suka di film ini banyaknya scene bunuh-bunuhan. iyalah, namanya juga film jaman penjajahan Jadi ya aku sempat nutup mata karena merasa nyilu.

Kami selesai menonton sekitar pukul 15:40. Setelah maghrib aku dan Pilo berpindah lokasi ke FX untuk makan. Aku jarang ke Plaza Senayan jadi aku nggak mau makan di situ. Jadilah kami pindah ke FX Sudirman yang memang nggak jauh dari situ.

image.png

image.png

Oh iya, Pilo Poly ini sebagian steemian pasti kenal. Dia orang aceh yang juga merantau ke Jakarta. Kami saling kenal di komunitas menulis Cendol. Dia jugalah yang mengajakku menulis di Steemit dan akhirnya kami sama-sama hiatus. Aku bahkan sempat mengajaknya kembali menulis di Steemit. Tapi sayangnya dia lupa password, kurasa dia akan segera membuat akun baru.

image.png

image.png

image.png

image.png
menu yang kami santap di Ichiban Sushi

Kami selesai makan pukul 20:00 dan aku langsung pulang karena jam 22:00 harus bekerja. Ya walau work from home, tapi aku butuh tidur barang sejam dulu. Jadilah hariku ditutup dengan menulis steemit sambil bekerja, Hehehehe...

Sort:  

Kasihan kali kami disini gak ada bioskop

Dimana mas tinggalnya? Moga aja ya nanti dirilis di platform online.

Di Aceh mbak...

 4 months ago 

Hahaha...kami dulu nontonnya di bioskop rame2 satu sekolah ...terus ada pernah yang di TV juga, terakhir nonton waktu anak2 Banda penggemar bioskop mutar ulang dengan mengundang investor-produsernya, pak alwin, yg punya radio flamboyant

Kalo pernah nonton rame2 di bioskop berarti kakak sudah tua, gigi tinggal dua....

 4 months ago 

Nah itu taauu😉

 4 months ago 

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja