Mengolah Limbah Tahu Menjadi Pakan Lele |

in STEEM Literacy2 months ago

Bakhtira MT_01.jpg


Bakhtira MT_02.jpg


Dosen Jurusan Teknik Industri Universitas Malikussaleh bersama mahasiswa melakukan pengabdian kepada para peternak dan pekerja pada usaha ternak lele di Desa Hagu Barat Laut Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Memanfaatkan limbah produksi tahu, dosen Jurusan Teknik Industri mengolahnya menjadi pakan ternak yang mampu meningkatkan hasil panen. Warga diminta memanfaatkan limbah tahu untuk pakan ternak ikan lele.

Pelatihan mengolah ikan limbah tahu menjadi pakan ikan lele dilaksanakan tim Ir Bakhtiar MT, bersama tiga dosen lainnya; Khairul Anshar, MT, Subhan, M.Sc, dan Syarifuddin, MT. Dalam kegiatan yang dilakukan pada akhir Oktober sampai awal November lalu, mereka juga didukung mahasiswa Jurusan Teknik Industri; Muhammad Ziqkri dan Nur Azlina.

Menurut Bakhtiar, pengabdian dilakukan berupa bimbingan teknis dan praktik langsung kepada para peternak untuk memproses ampas tahu menjadi pakan lele dalam bentuk pelet ikan apung. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama berupa bimbingan teknis dan praktik pembuatan adonan pelet untuk difermentasikan.

“Selanjutnya pada tahap dua hasil fermentasi akan dicetak langsung menggunakan mesin cetak pelet,” ungkap Bakhtiar selaku ketua tim penelitian, Jumat (19/11/2021).

Ia menambahkan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas usaha peternakan ikan dan mengedukasi peternak untuk mengolah limbah sehingga memiliki nilai jual. Bentuk pengabdian tersebut sangat mendukung peningkatan kesejahteraan peternak lele karena harga pakan yang relatif tinggi.

“Saat ini harga pakan ikan di pasaran cenderung naik sehingga membebankan peternak ikan. Padahal, ikan lele termasuk salah satu ikan yang cukup rakus sehingga membutuhkan pakan dalam jumlah banyak untuk mencapai hasil panen optimal,” papar Bakhtiar.

Pemanfaatan ampas tahu dalam bentuk pelet ikan diharapkan mampu menjadi solusi mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas peternak. Ampas tahu memiliki kandungan nutrisi berupa protein 4.9 g 4.0 kkal/gram, lemak 17.4 g 9.0 kkal/gram, dan karbohidrat 67.5 g 4.0 kkal/gram sehingga cukup baik bagi pertumbuhan ikan.

“Selain itu, dalam proses pembuatan pakan juga menggunakan probiotik EM4 Perikanan untuk merangsang pertumbuhan agar lebih cepat,” katanya lagi.

Peternakan ikan lele di Desa Hagu Barat Laut Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe saat ini menghasilkan 1000 kg ikan lele dalam sekali masa panen. Dalam masa pembibitan dibutuhkan benih lele sebanyak 10.000 ekor di mana lele ini yang nantinya akan dipanen setelah tiga bulan masa ternak.

Untuk menghasilkan hasil panen optimal peternak setidaknya harus membutuhkan biaya pakan sebesar Rp40 juta. Pakan alternatif dari ampas tahu ini saat ini dapat digunakan sebagai makanan pendamping pelet pabrikan. “Penggunaan pakan ikan dari ampas tahu ini setidaknya mampu mengurangi biaya pakan mulai 50 persen sampai dengan 60 persen,” pungkas Bakhtiar. [ayi]


Bakhtira MT_03.jpg


Bakhtira MT_04.jpg

Sort:  

Bereh that program, siapa sangka ternyata dari tahu bisa diolah menjadi pakan lele. Setidaknya bisa menghemat biaya untuk pembelian pakan dari pabrik.

Coin Marketplace

STEEM 0.32
TRX 0.06
JST 0.043
BTC 37842.82
ETH 2572.96
USDT 1.00
SBD 4.19