Tak Perlu Lagi Mengirim Rindu

in STEEM Literacy2 months ago

Mahligai akan tetap jadi mahligai, meski diisi oleh raga yang lain. Pintunya akan tetap terbuka bagi dia yang suka rela menempatinya dengan seelok-elok perawatan.

Kematian yang tak bernisan itu bernama hati yang tersakiti. Tebing terjal yang tak terjembatani itu bernama rasa yang hilang di jiwa yang gulana. Setelah perpisahan tanpa perayaan yang memilukan di simpang jalan itu, tak perlu lagi kita saling mengirim rindu. Tirai hati telah tertutup tiga nota yang pernah kau selip di bawah pintu.

Kini biarlah kita berjalan dengan hati yang pincang. Tarikan dan godaan masa lalu biar jadi nisan yang tak perlu kita ziarahi. Jalan masih panjang untuk kita lalui. Aku akan melangkah ke dermaga tempat Gancan menunggu dengan kepak sayapnya. Dia yang tak mengharap imbalan dari sedikit keakraban.

Cinta akan tetap menjadi cinta meski dipanggil dengan nama lain. Rindu akan tetap disebut rindu meski ia berbelok pada hati lain, pada jiwa yang mengharap penyatuan, bukan perpisahan. Mahligai akan tetap jadi mahligai, meski diisi oleh raga yang lain. Pintunya akan tetap terbuka bagi dia yang suka rela menempatinya dengan seelok-elok perawatan.

Ada kisah untuk masa depan yang perlu diukir sekarang, hingga para pecinta kelak tahu bahwa kebahagiaan itu diperjuangkan, bukan diciptakan dalam kepura-puraan. Seperti kita yang dulu pura-pura mengikat rasa untuk bertahan memupuk rindu tanpa penawar. Seperti kita yang memilih hati lain tapi masih berpura-pura dalam kebersamaan. Kini tak perlu lagi kita berpura-pura untuk kembali ke sana, karena mahligai hati hanya bisa diisi oleh mereka yang memiliki kesetiaan.

Tak perlu lagi mengirim rindu, apa lagi mendendangkan lagu cinta lama yang pernah kita nyanyi bersama waktu senja kala. Irama hati telah berubah, darah dan nanah luka telah kering dibasuh kasih sayang lain hati. Tak perlu lagi kita menciptakan luka, untuk kembali pada masa lalu. biar perihnya aku saja yang rasa, jangan bawa ke lain hati.

Jika memang yang kau pilih telah menggores luka baru di hati, jangan bawa luka itu padaku, karena hatiku sendiri masih terseok akibat luka yang kau goreskan. Kini kita sama-sama paham bagaimana sembilu itu menyayat hati dalam kepedihan. Aku tak mau menjadi sembilu untuk luka yang sama.

Satu-satunya jalan untuk kita tenang adalah saling pasrah. Biar hati yang luka itu memilih sendiri jalan kesembuhannya. Cukup bagiku Gancan yang membilas hati ini dengan ketulusan, hingga luka yang kau iris kering tak berbekas. Untukmu aku hanya bisa berujar “Selamat berpisah Cinta.”

IMG-20140803-00194.jpg
Daun yang gugur tak akan pernah bisa kembali ke tangkainya [foto: atajameuen]

Sort:  

Meugrok-grok teu oet oeh tabaca, lhok that.

Neumumat beukong bak unja bineh daka, bek rhet lam neuheuen

Haha

Sep na teuh

Gawat that Lagoe pak @isnorman, kiban cara jikirem rindu, kapayah peugot jasa pengiriman nyan

Para pecinta sejanti akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk mengabari kerinduan Bu @marianimuhain

Coin Marketplace

STEEM 0.40
TRX 0.07
JST 0.052
BTC 42153.16
ETH 3182.49
BNB 470.37
SBD 4.75