Teknologi - *Sebuah Renungan*

in #indonesia3 years ago (edited)

image
Source

Ketika mendengar kata teknologi, apa yang kita pikirkan? Apa makna teknologi buat kita? Atau sebaliknya, apa makna kita buat teknologi?.

Teknologi, meminjam istilah Herbert Marcuse, filsuf Jerman abad 20,
"fetisisme komoditi", seperangkat barang yang telah dipakai dan dianggap memiliki ruh atau kekuatan tertentu sehingga meninggalkan pengaruh magis dan daya pesona. Ia menjadi kewajiban modern yang masuk tanpa kita sadari".

Pernah kah kita berpikir, bagaimana kalau tiba-tiba televisi yang biasa kita tonton di rumah rusak selama seharian? Apa yang terjadi jika Hp yang biasa kita gunakan rusak/hilang tiba-tiba? atau Apa yang terjadi bila komputer/laptop sebuah perangkat yang menolong pekerjaan kita sehari-hari itu ngadat di tengah jalan?. Apakah yang akan kita rasakan bila pengalaman tersebut mengusik kehidupan kita?, tentunya stres, marah-marah, kesal atau bahkan tekanan psikologis lainnya. Kita tidak bisa menafikan sederet gangguan-gangguan itu.

Uniknya, pada sisi yang lain, kita seringkali terbuai secara emosional dengan perangkat-perangkat teknologi tersebut. Kita sangat senang punya hp mahal yang baru, kita pamer di sosial media manapun. Semua itu, kadangkala membuat kita terlena.

image
Source

Coba bayangkan, bila alat-alat teknologi itu hilang di saat kita sedang mencintainya? Ibarat kita lagi cinta-cinta nya ke seseorang kekasih, dia malah meninggalkan kita di tengah hamparan harapan?, mungkin sejumlah gangguan psikologis akan mendatangi kehidupan kita.

Begitulah teknologi menguasai kita, rupanya, kehadirannya bukan lagi alat yang tak bernyawa, tetapi kita begitu bergantung dengan eksistensinya.

Padahal sejatinya, teknologi itu diciptakan untuk memudahkan manusia, ia adalah seperangkat mesin yang akan melayani dan membantu kehidupan kita. Namun di dalam kehidupan manusia, malah sebaliknya, sesuatu yang tadinya untuk kita kontrol malah teknologi yang mengontrol kita.

image
Source

Namun, kendati demikian, di abad modern ini, kita memang tidak bisa menafikan kehadiran dan kebermanfaatannya. Globalisasi tanpa disadari sudah memaksa kita berbaur dengan segala macam bentuk teknologi. Menolak teknologi akan sama halnya dengan membuang diri jauh ke masa lalu. Kita tidak mungkin melepaskan teknologi dari kehidupan sehari-hari.

Sekarang marilah kita menggunakan teknologi dengan baik dan benar, bermanfaat serta membuat kita lebih berkembang.

Bilik-Bilik Cinta,
Banda Aceh, 8 Mei 2018

Sort:  

Ne puroh lon sidro dalam bilik-bilik cinta !! Hhhaaaaa

Haha. Nyan nan bilek/kama lon. 😂😂😂