Polyglot Indonesia Chapter Aceh's Meetup : "Learning New Language, Need or Desire?"

in #indonesia4 years ago

Ini dia, meetup yang kesekian kalinya yang diadakan oleh kaula muda member Polyglot Indonesia Chapter Aceh (PI-Aceh), di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, kemarin (25/3), dari pukul 09.00 WIB hingga menjelang azan Zuhur. Tepatnya di sudut dekat miniatur pesawat, hehe... Topik yang diusung kali ini adalah "Learning New Language, Need or Desire?". Sebuah topik yang menarik untuk dibahas, karena ini terkait dengan tingginya minat anak muda zaman now memperdalam bahasa asing.

20180325_122409.jpg

Kegiatan meetup ini merupakan rutinitas bulanan komunitas PI-Aceh, di samping terdapat juga kegiatan rutin lainnya seperti kelas berbagi (pendalaman bahasa-bahasa asing seperti Jepang, Korea, Spanyol, Arab, Mandarin, Thialand, dan-lain-lain), Sing Along (unjuk kebolehan bernyanyi dengan bahasa asing), nonton bareng film berbahasa asing, dan masih banyak lainnya. Semua kegiatan tersebut merupakan inisiatif para anggota PI-Aceh dalam memberikan sumbangsih yang walaupun kecil bentuknya namun besar manfaatnya bagi masyarakat terutama kaula muda dalam dunia literasi kebahasaan.

20180325_113050.jpg
The Japanese Group

Peserta yang hadir berjumlah hampir 20 orang, didominasi oleh perempuan dan sisanya 4 laki-laki, termasuk saya. :D Di antaranya ada beberapa new comer (pendatang baru) dan selebihnya muka-muka lama. Kebetulan masing-masing yang datang kemarin menguasai salah satu dari tiga bahasa: Jepang, Korea, dan Inggris. Maka, dibentuklah 3 kelompok yang masing-masing berdiskusi dengan salah satu dari tiga bahasa tersebut. Adapun member yang menguasai bahasa Arab, Prancis, Spanyol, dan lainnya berhalangan hadir. Sedangkan master bahasa Mandarin, Laoshi Nelly, karena dia sendirian yang bisa berbahasa Mandarin, dia bergabung di grup bahasa Korea. :D Saya sendiri join dengan grup diskusi bahasa Inggris.

20180325_113042.jpg
The Korean Group

Terkait dengan topik, 'need' bermakna kebutuhan yang memang harus dipenuhi, seperti untuk studi di luar negeri dan sebagainya, sedangkan "desire" bermakna sekedar keinginan atau kesenangan belaka, tanpa tujuan yang berpengaruh dalam hidup kita. Dilihat dari topiknya, sepertinya mudah untuk dijawab. Tinggal jawab 'need' atau 'desire'. Namun, dilihat dari banyaknya peserta yang hadir, maka bermunculanlah beragam alasan untuk pilihan jawaban tersebut. Tentunya mereka berargumen dengan skill bahasanya masing-masing di antara tiga yang tadi: bahasa Jepang, Korea, dan Inggris. Ada yang menjawab 'need' karena sekarang ini peluang beasiswa kuliah ke luar negeri memang terbuka lebar, maka syarat TOEFL atau IELTS pun tidak ketinggalan. Kalaupun tidak ada syarat TOEFL atau IELTS, seperti beasiswa ke Turki yang muncul baru-baru ini, ya, sampai di sana (Turki misalnya) bahasa pengantar kuliahnya yang dipakai adalah bahasa Inggris. Jadi ya, sama saja, lagi-lagi harus belajar dulu.

20180325_113034.jpg
The English Group

Di antara seluruh peserta, tidak sedikit juga yang menjawab 'desire'. Mengapa 'desire'? Beragam alasan pun diungkapkan. Di antaranya, karena mereka memang senang dan tertarik belajar bahasa dan kebudayaan orang-orang dari negara lain. Rasa penasaranlah yang membuat peserta yang menjawab 'desire' ini berani ber-speaking ria dengan foreigners dari Eropa, Korea, dan lainnya, tanpa merisaukan grammar yang belum beres mereka kuasai, hehehe...

20180325_120947.jpg
The Jepanese presentation

Ada juga peserta yang menjawab kombinasi antara keduanya, 'need' dan 'desire'. Ada yang beralasan, kalau tidak ada 'desire' (keinginan), maka tidak akan ada konsistensi dalam mempelajari bahasa asing. Adapun 'need' (kebutuhan) akan muncul seiring berjalannya waktu, seperti untuk keperluan beasiswa, melamar pekerjaan yang ada syarat TOEFL-nya, ataupun menjadi guide atau pramuwisata. Untuk mencapai tahap 'need' pun, kalau tidak ada persiapan belajar bahasa asing jauh-jauh hari yang dilandasi rasa penasaran atau ketertarikan yang disebut 'desire', maka belajar TOEFL dengan 'sistem kebut semalam' pun tidak ada artinya. Semuanya harus dengan persiapan matang jauh-jauh hari.

20180325_121322.jpg
The Korean presentation

Jadi, setelah didiskusikan di masing-masing grup, setiap grup mengutus perwakilan untuk dipresentasikan. Masing-masing dengan bahasa Jepang, Korea, dan Inggris. Setelah presentasi masing-masing perwakilan bahasa tersebut, maka berakhirlah sesi meetup PI-Aceh edisi bulan Maret ini. Sebelum dikumandangkan azan Zuhur, mereka sempat membahas sedikit tentang persiapan pemutaran film yang direncanakan pada tanggal 1 April. So, tunggu tanggal mainnya ya wankawan... 1 april! Jangan lupa! Nonton bareng kita! :D See you...

20180325_120513.jpg
The English presentation

Coin Marketplace

STEEM 0.72
TRX 0.10
JST 0.075
BTC 57849.21
ETH 4384.64
BNB 617.40
SBD 7.07