Adnan Ganto, Bijeh Atjeh (anak aceh) Dari Buloh Blang Ara, Aceh Utara, Aceh Untuk Dunia

in #inspirator3 years ago (edited)

image
Adnan Ganto merupakan seorang yang dilahirkan di salah satu Desa Aceh, yakni di Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara pada 4 Februari 1947. Ketika itu Adnan kecil adalah seseorang yang memiliki kesulitan untuk memperoleh pendidikan. Maklum, beliau merupakan anak dari Hasan Basri Ganto yang hanya seorang Tentara Keamanan Rakyat (TKR). TKR merupan cikal bakal dari terbentuknya TNI, namun ayahnya yang hingga pensiun berpangkat kopral.

Di tengah keterbatasan, Adnan Ganto menamatkan pendidikan dasar pada Sekolah Rakyat Islam (SRI) Kareung, Kabupaten Aceh Utara. Dari sekolah tua itu, ia mulai merangkak menapaki jalan-jalan menuju Belanda. Bayangkan saja kesulitan kehidupannya masa lampau seperti harus naik kereta api dari Lhokseumawe ke Kota Langsa untuk menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pria berambut putih ini juga dikenal dekat dengan Presiden Soeharto serta jajaran menterinya. Uniknya, walau rezim berganti, Adnan tetap dekat dengan pemerintah.

Selanjutnya beliau mulai bekerja di Amro Bank Belanda dan saat ini ia tercatat sebagai komisaris di Morgan Bank Amerika Serikat. “Coba Anda Bayangkan saja ada anak Buloh Blang Ara bisa menjadi komisaris di bank investasi dunia. Bank ini sendiri adlah salah satu bank yang mengatur sistem moneter dunia. Bahkan, dia menjabat sebagai penasehat bidang ekonomi tujuh menteri pertahanan Republik Indonesia hingga kini. Buku setebal 230 halaman itu ditulis duo jurnalis Jakarta yaitu Nezar Patria dan Rusdi Mathari. Buku tersebut mampu menggambarkan detail kehidupan anak kampung yang kemudian menjadi bankir di bank internasional. Nezar Patria menyebutkan, butuh waktu dua tahun baginya menulis buku itu. Ia juga mengunjungi tujuh negara tempat di mana Adnan pernah bekerja sebagai manajer, direktur, hingga komisaris Morgan Bank.

Sementara itu, menurut Adnan Ganto kunci suksesnya yaitu disiplin, fokus, dan integritas. “Terakhir kunci sukses itu adanya kesempatan,” lalu Dia berharap generasi muda Aceh bisa bekerja keras dan mewujudkan cita-citanya. “Hal Terpenting ketika sukses jangan lupa membangun kampung halaman,” pungkasnya.

Adnan Ganto bijeh atjeh yang bisa kita jadikan sebagai panutan untuk terus mengejar impian kita dan jangan cepat menyerah karena sesungguhnya setiap hal akan terasa sulit jika kita belum memulainya.