Sejak kapan harta kekayaan menjadi penentu status sosial seseorang?

in #philosophy3 years ago

imagesource


Rasulullah saw. bukan tak mampu hidup dengan bergelimang harta, di masa awal dakwahnya para pembesar Mekkah banyak menawarkan harta kekayaan mereka agar Rasulullah saw. berhenti berdakwah namun beliau menolak.
Saat hidup sederhana di Madinahpun pernah Allah swt. tawarkan gunung Uhud untuk dirubah menjadi emas agar menjadi kekayaan Rasulullah saw. namun beliau kembali menolak. Beliau tak ingin meminta banyak hal di dunia kata beliau, sebab beliau menyimpan banyak permintaan pada Tuhannya untuk di akhirat saja agar bisa menyelamatkan banyak umatnya.

Ada kalanya Rasulullah saw. tidak makan sampai 3 hari, kadang perutnya diganjal dengan batu.
Kesederhanaan yang luar biasa itu beliau jalani untuk menunjukkan bahwa beliau bukan saja Rasul teladan bagi orang mampu tapi orang faqir miskinpun, bahkan bisa mencontoh beliau dengan kemiripan dalam kemiskinannya.

Beliau pernah sabdakan:
لو تزن الدنيا عند الله جناح بعوضة لما سقى كافرا ولو شربة ماء
"andai saja duniawi ini ada nilainya disisi Allah seukuran sayap nyamuk saja maka niscaya Allah tak akan berikan seteguk airpun untuk orang-orang yang tak beriman padaNya".

Masa telah membawa kita, ada pergeseran yang amat sangat jauh dari teladan suci Rasulullah saw., hingga Rasanya sudah bagian dari kemustahilan untuk mencontohnya.


imagesource


Dan benar itu pernah beliau tegaskan bahwa:
سيأتي زمان لا بالقليل يقنعون ولا بالكثير يشبعون همهم بطونهم ودينهم دنانيرهم وقبلتهم نسائهم
"akan tiba masa dimana kesederhanaan tak akan membuat manusia merasa cukup, dan kelebihan tak akan membuat manusia merasa puas, kepentingan utama mereka adalah perut mereka, dan agama mereka adalah uang mereka, juga kiblat mereka adalah para wanita mereka".

Apa gerangan kotoran yang hinggap di dalam kerangka kepala kita sampai kita melabeli faqir miskin dengan kesan kaum tak penting, kaum bawahan, kaum yang tak diperlukan bahkan sebagian menganggap faqir miskin adalah sampah bumi. Mereka tak sadar bahwa setiap butir yang mereka makan dan setiap angka yang ada di nominal saldo kekayaan mereka adalah murni pemberianNya yang bisa Dia cabut dan ambil kapan saja Dia mau!

Wallahualam

Sort:  

Hiduplah sesederhana yang Rasulullah contohkan kepada kita, niscaya kita akan selamat dunia akhirat.

Terima kasih kepada @iamrifk. Artikel anda sangat bagus sekali.....semoga sahabat steemian tercerahkan, semoga bermanfaat.

terimakasih kembali kawan