Tempoyak Makanan Khas Masyarakat Sumatera Selatan

in #tempoyak3 years ago (edited)

Setiap musim penghujan, biasanya diiringi dengan musim buah-buah-buahan, seperti rambutan, duku, dan durian. Ketiganya merupakan buah-buahan favorit di Indonesia yang berbuah secara musiman.

Saya termasuk suka dengan buah-buahan segar. Salah satu buah favorit saya adalah durian. Buah yang satu ini umumnya banyak ditanam di Baturaja, Sumatera Selatan. Namun, saat ini buah berduri tersebut banyak juga ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Kita bisa menemukan buah ini di daerah Lampung, Medan, Jambi, Banten, Subang, Pontianak, dan daerah lainnya.

Awal Januari 2019 ini buah durian mulai banyak kita temukan di pasar-pasar. Selain masuk ke pasar modern dan tradisional, buah ini juga dijual di pinggir jalan. Ada yang menjualnya dengan cara membuka lapak, tetapi ada juga yang menjualnya melalui mobil pick up. Harga jualnya pun sangat beragam, mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 150.000 per buah, tergantung ukuran dan jenisnya.

Kalau sudah banjir buah seperti sekarang ini, harga durian pun akan semakin murah. persaingan antar pedagang pun semakin seru. Namun, mereka tetap berjualan dengan optimis dan berani menjajakan dagangannya dengan jaminan. jika buah jelek, mereka siap menukarnya dengan buah yang lebih bagus.

Selain bisa langsung dikonsumsi, buah durian sering dibuat tempoyak. Proses membuatnya cukup mudah. Daging buah durian yang sudah matang dan berkualitas baik dimasukkan kedalam toples, lalu ditaburi garam secukupnya. kemudian toples tersebut ditutup dengan rapat dan biarkan beberapa hari. Setelah terjadi proses fermentasi, buah durian pun sudah berubah menjadi tempoyak.

Saya termasuk orang yang suka tempoyak. Kalau sudah makan nasi dan ketemu tempoyak, makan pun menjadi lebih bergairah. Meskipun rasanya sedikit asam, tetapi kenikmatannya sukar dijelaskan dengan kata-kata. Terkadang saya mengonsumsinya mentah-mentah (tidak dimasak) dan terkadang dimasak dengan berbagai variasi. Misalnya dibuat sambal tempoyak, dibuat pindang baung, dan sebagainya.

Menurut Dr. Drs. H.M. Rasyid Ridho, S.H.,M.H., mengonsumsi tempoyak tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, banyak kandungan tempoyak yang bermanfaat bagi tubuh kita. Alumni SMAN 1 Kotabumi, Lampung Utara dan mantan Kapolda Lampung 2004-2005 ini justru sudah meneliti dan menguji kandungan tempoyak melalui tes di Laboratorium Terpadu Instritut Pertanian Bogor (IPB). Hasil uji lab tersebut bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Hasil Penelitian Lab terhadap kandungan tempoyak.jpg

Hasil tes laboratorium tersebut menunjukkan bahwa tempoyak layak dikonsumsi, kecuali bagi orang yang menderita alergi. Oleh sebab itu siapa saja yang berminat mencoba tempoyak agara tidak perlu ragu untuk mengonsumsinya.

"Memang, sebelum saya menguji kandungan tempoyak, sudah ada sebuah universitas di bengkulu yang mengujinya. namun, tempoyak yang saya uji benar-benar terjadim kualitasnya. Tempoyak tersebut saya ambil dari Desa Ujanmas, Kecamatan Pengandonan, kabupaten Ogan Komering Ulu, daerah kelahiran saya. Kalau tempoyak yang dipasaran terkadang tidak dijamin keasliannya, karena sering dicampur dengan bahan lain seperti pisang atau tape singkong." Ujar suami dari Hj. Dra Supriyanti ini dengan bangga.

Menurut pria ramah yang kini sedang ikut sebagai caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Lampung 2 Nomor urut 4 ini, hasil uji laboratorium terhadap tempoyak tersebut selesai bertepatan dengan hari ulang tahun beliau yang ke-63, tepatnya pada 13 September 2017.


Sort:  

Makanan pavorit ku niii

Coin Marketplace

STEEM 0.76
TRX 0.10
JST 0.075
BTC 57248.46
ETH 4294.45
BNB 610.95
SBD 7.12